Selamat Datang di Suara Arus Bawah

Selasa, 23 Juni 2026

Antara Marwah Dan Kenyataan Diarena Mutamar Nahdatul Ulama

Kediri,suara arus bawah.com -Ingin berprasangka baik, tetapi hati kecil sulit menepis berbagai pertanyaan yang muncul. Tema besar yang diusung adalah ” “, namun suasana yang terjadi justru jauh dari nilai amanah dan keteladanan. Harapan akan forum yang teduh dan bermartabat seakan buyar oleh berbagai dinamika yang tak seharusnya dipertontonkan.

 

Padahal, organisasi sebesar Nahdlatul Ulama dan tempat seberkah serta senetral Pondok Pesantren Ploso semestinya mampu menjadi ruang untuk meredam emosi dan menjaga adab. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Keputusan Rapat Pleno yang telah menetapkan Lirboyo sebagai tuan rumah Muktamar menjadi kandas akibat interupsi peserta yang dinilai tidak mencerminkan etika bermusyawarah, ditambah adanya veto dari Rois ‘Aam yang otomatis menggugurkan ketukan palu pimpinan sidang.

Baca juga: Rapat Paripurna Sahkan 3 Ranperda Investasi Dan Produk Hukum Menjadi Perda

Pertanyaan pun bermunculan. ? Mengapa pesantren yang memiliki sejarah besar, keberkahan, serta kelengkapan sarana dan prasarana itu justru dihindari? Di tengah kondisi NU yang membutuhkan keteduhan, netralitas, persatuan, dan ketenangan, Lirboyo dinilai mampu menjadi tempat yang tepat untuk menggelar Muktamar. Karena itu, banyak pihak bertanya-tanya, mengapa keputusan yang sudah disepakati dalam rapat pleno akhirnya dibatalkan kembali oleh Rois ‘Aam.

 

Baca juga: Suasana Penuh Haru Sambut 189 Dhuyufurrahman Rokan Hulu di Batam

Tags

Terkini