Selamat Datang di Suara Arus Bawah

Rabu, 04 Februari 2026

“Banjir di Jekenan Pati Nyaris 1 Meter, Jalur Alternatif ke Rembang Terputus”

gambar warga patikebanjiran sumber photo detik.com

Pati, Suara arus bawah.com-,Pemerintah Kabupaten Pati menyatakan komitmen penuh dalam penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hal tersebut ditegaskan Bupati Pati, Sudewo, saat memimpin press conference penanganan bencana banjir bersama Forkopimda dan jajaran terkait di Pendopo Kabupaten Pati.

“Saya akan menangani bencana banjir ini secara serius supaya semua warga yang terdampak banjir itu bisa terlayani kebutuhan dasarnya, utamanya adalah makan, sandang, air bersih, kesehatan, dan juga penanganan pasca banjir yaitu membersihkan lumpur,” tegas Sudewo.

Ia menambahkan, seluruh penanganan akan ditindaklanjuti secara detail dengan kerja tim yang terorganisir.

Baca juga: Pemprov Aceh Masuk-8-besar-nasional-berkinerja-pelayanan-publik.

Bupati Sudewo menjelaskan, seluruh unsur pemerintah daerah telah sepakat untuk bekerja secara total, termasuk melalui penggalangan iuran ASN. Dana sebesar Rp691 juta yang sebelumnya dihimpun untuk bantuan bencana di daerah lain kini disiagakan untuk warga Kabupaten Pati.

“Kabupaten Pati juga terdampak bencana banjir, maka yang semula akan kami sumbangkan ke daerah lain, dengan memohon maaf, akan dipakai oleh warga Kabupaten Pati sendiri,” ujarnya.

Selain ASN, Sudewo juga mengimbau keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Jasa Marga Siagakan 8 Pompa :Air Masih Menggenang di Tol Sedyatmo Menuju Bandara Soeta

“Semua ASN, semua unsur pemerintah itu bekerja secara total. Tenaga kesehatan harus stand by di posko-posko, guru-guru juga ikut membantu meskipun wilayahnya tidak terdampak. Kami juga menghimbau pihak swasta dan para pengusaha untuk berpartisipasi memberikan kontribusi logistik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pati juga menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, terhitung sejak 9 Januari hingga 23 Januari 2026. Ia memaparkan, banjir berdampak pada 12 kecamatan dan 136 desa, dengan 61.606 warga terdampak, 20.194 rumah terendam, serta 2 korban jiwa meninggal dunia. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, meliputi sektor pertanian, perikanan, dan infrastruktur.

“Kemarin kami melakukan rapat koordinasi bersama TNI, Polri, Forkopimda, instansi vertikal, Baznas, PMI, dan PLN. Kami sepakat penanganan bencana ini harus terorganisir dan terkoordinir supaya semua warga terdampak bisa terlayani dan tidak saling tumpang tindih”, ungkap Sudewo.

Ia merinci, Pemkab Pati telah membentuk tim khusus untuk dapur umum, logistik, air bersih, layanan kesehatan, pembersihan lumpur, hingga penanganan infrastruktur darurat.

“Pelayanan dasar adalah prioritas utama, mulai dari keselamatan, makan, kesehatan, hingga kebersihan lingkungan. Semua ada penanggung jawabnya,” katanya.

Sementara itu, untuk penanganan infrastruktur berskala besar dan permanen, Pemkab Pati akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Penanganan infrastruktur yang besar dan permanen kami koordinasikan dengan BNPB, Kementerian PUPR, dan kementerian terkait lainnya agar pemulihan bisa berjalan menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkas Sudewo.

Banjir di wilayah Kabupaten Pati terus meluas dengan jumlah terdampak bertambah jadi 136 dari semula 112. Akses jalan alternatif Pati-Rembang pun terputus karena genangan banjir hampir 1 meter.
Pantauan detikJateng, akses alternatif dari Pati menuju Rembang, tepatnya di Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan terendam banjir pukul 15.00 WIB.

Kondisi genangan cukup parah hampir mencapai 1 meter. Akibatnya akses alternatif ini tidak bisa dilewati kendaraan sama sekali.Banjir juga merendam permukiman warga di Desa Tondomulyo. Genangan banjir cukup dalam karena lokasi wilayahnya berada di pinggir Sungai Silugonggo atau Juwana.
Salah satu warga, Ali Japedi, mengatakan kondisi banjir di wilayah bukannya berangsur surut namun terus mengalami kenaikan.”Banjir hari ini sungguh sangat memprihatinkan, karena warga setempat ini kedalaman terus bertambah,” kata Ali saat ditemui di lokasi, Sabtu (17/1/2026).
Dikatakan Ali, jika kedalaman banjir mencapai 50 sentimeter di dalam rumah. Kalau di pekarangan dan di jalan bisa mencapai 1 meter lebih.
“Sekarang ini di dalam rumah 50 sentimeter, yang dekat dengan Sungai Silugonggo itu bisa ada yang 1 meter juga ada,” jelasnya.
Banjir ini telah berlangsung empat hari. Selain berdampak ke permukiman warga, banjir juga merendam akses jalan alternatif Pati ke Rembang.
“Berlangsung sudah 4 hari ini. Akses jalan dari Sampang menuju Glonggong sudah ditutup karena tidak bisa dilewati kendaraan sama sekali, baik roda empat maupun roda dua,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan baru datang dari relawan berupa nasi bungkus. Ia berharap agar pemerintah daerah turun langsung memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.
“Sudah ada bantuan dari relawan, kalau pemerintah daerah belum ada. Semoga nanti turun ada,” ujarnya.
Terpisah Kanit Turjawali Sat Lantas Polresta Pati, Iptu Purwanto, menjelaskan selain jalur alternatif di Sampang, juga pantura Pati sepanjang 200 meter terendam banjir. Hanya untuk arus lalu lintas terpantau ramai lancar.
“Hari ini dari Widorokandang terpantau perlambatan akibat genangan air di depan PT Dua Putra dengan kedalaman genangan banjir 30 sentimeter sepanjang 200 meter. Kendaraan berjalan dari dua arah Surabaya maupun dari Pati,” ujar Purwanto.
“Kami melakukan pengaturan lalu lintas untuk memperlancar arus lalu lintas. Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati,” pesan dia.
Terpisah, Bupati Pati Sudewo mengatakan banjir di Pati meluas. Sebelumnya ada 112 desa kini menjadi 136 desa yang kebanjiran. Ada sebanyak 6.800 orang di Pati yang mengungsi.

“136 desa kemudian ada 78 ribu rumah. Dalam pengungsian 6.800 orang,” jelas Sudewo.

Tags

Terkini