Selamat Datang di Suara Arus Bawah

Minggu, 26 April 2026

Cahaya Spiritual dari Negeri Seribu Suluk: Ikhtiar Bupati Anton Dan Wakil Syafaruddin Poti Memakmurkan Masjid

Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu menjadi simbol kebanggaan sekaligus pusat spiritual masyarakat di Negeri Seribu Suluk. Lebih dari sekadar bangunan megah, masjid ini mencerminkan nilai keimanan dan semangat kebersamaan yang terus dijaga oleh masyarakat Rokan Hulu.

Di bawah kepemimpinan Anton dan H. Syafaruddin Poti, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong penguatan fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan spiritual umat.

Upaya tersebut kini membuahkan hasil melalui dukungan sektor swasta. PT Anugerah Niaga Sawindo resmi menjalin kemitraan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan untuk mendukung pengembangan dan pemeliharaan Masjid Agung Islamic Center.

Baca juga: Bupati Anton Resmi Lantik Drs. H. Yusmar, M. Si Sebagai Pj Sekda Rokan Hulu

Bupati Anton menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan tersebut. Menurutnya, dukungan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

“Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Rokan Hulu mengucapkan terima kasih kepada PT Anugerah. Ini merupakan kolaborasi yang baik untuk memastikan masjid kebanggaan kita tetap makmur dan terawat,” ujarnya.

Kemitraan ini dirancang secara transparan dan berkelanjutan melalui pengelolaan kebun seluas 30 hektare. Hasil pengelolaan tersebut akan langsung disalurkan ke rekening Masjid Agung Islamic Center dengan skema pembagian sebagai berikut:

Baca juga: Bandara Tuanku Tambusai Siap Lepas 377 Jemaah Haji Rohul, Keberangkatan Dimulai 28 April

Periode 2026–2031:
Sebanyak 60 persen dialokasikan untuk biaya investasi berupa perawatan dan pemeliharaan kebun. Dari sisa 40 persen, dibagi dengan komposisi 60 persen untuk perusahaan dan 40 persen untuk masjid.

Periode 2032 (Masa Replanting):
Sebanyak 40 persen dialokasikan untuk biaya investasi. Dari sisa 60 persen, dibagi dengan komposisi yang sama, yaitu 60 persen untuk perusahaan dan 40 persen untuk masjid.

Realisasi pembayaran perdana untuk Masjid Agung Islamic Center direncanakan mulai disalurkan dalam waktu dekat.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan kemandirian pembiayaan masjid. Dengan pengelolaan dana yang profesional, masjid diharapkan memiliki sumber pendanaan berkelanjutan untuk operasional dan pemeliharaan.

Inisiatif ini juga menjadi contoh baru dalam pengelolaan dana sosial di Rokan Hulu, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. (CH)

Tags

Terkini