Selamat Datang di Suara Arus Bawah

Senin, 01 Desember 2025

Kajian Seni Pakaian, Adat Perkawinan dan Sastra Melayu Riau

OPINI : Seni pakaian adat perkawinan dan sastra melayu Riau merupakan 3 unsur budaya yang saling terhubung dan mencerminkan identitas masyarakat melayu di kawasan ini. Seni pakaian tradisional Melayu Riau dikenal melalui busana yang anggun dan sarat makna, seperti baju kurung, teluk belanga, serta kain songket berwarna cerah yang melambangkan kehalusan budi dan kemuliaan adat.

Adat perkawinan melayu Riau nilai kesantunan dan penghormatan terhadap keluarga sangat dijunjung tinggi. Prosesi seperti merisik, meminang, berinai, hingga akad nikah dan ber adat memuat simbol simbol yang menegaskan pentingnya kehormatan musyawarah keluarga serta kesiapan pasangan memasuki kehidupan rumah tangga. Setiap tahapnya diiringi pantun, petuah, dan doa yang memperlihatkan betapa kuatnya tradisi lisan dan kehidupan masyarakat.

Sastra melayu Riau menjadi wadah yang menyimpan kebijaksanaan dan cara pandang orang Melayu terhadap dunia. Melalui pantun, gurindam, syair, dan cerita rakyat, masyarakat mewariskan nilai moral, etika, serta pandangan hidup yang menekankan kesatuan, kecerdikan, dan keharmonisan. Karya-karya seperti Gurindam Dua Belas menjadi bukti bahwa sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pedoman hidup dan refleksi budaya.

Baca juga: Dinamika Kesultanan Aceh Darussalam

PERKEMBANGAN : Seni pakaian,adat perkawinan dan sastra Melayu Riau merupakan tiga unsur budaya yang saling terhubung dan mencerminkan identitas masyarakat Melayu di kawasan ini. seni pakaian tradisional Melayu Riau dikenal melalui busana yang anggun dan sarat makna, seperti baju kurung, teluk belanga serta kain songket berwarna cerah yang melambangkan kehalusan budi dan kemuliaan adat. seperti motif pada tenunan dan seperti warna yang dipilih bukan hanya sekedar hiasan, tetapi juga mengandung pesan tentang status sosial, kesopanan, dan filosofi hidup masyarakat Melayu.

Sastra Melayu Riau mengalami perkembangan yang menarik. tradisi lisan seperti pantun, syair, dan gurindam tetap diajarkan melalui sekolah, komunitas seni, hingga festival budaya. selain itu, banyak penulis muda mulai mengangkat tema Melayu ke dalam karya-karya kontemporer seperti cerpen, puisi modern, hingga konten digital. sastra Melayu tidak hanya disampaikan melalui buku, tetapi juga melalui sosial media, video pendek, dan pertunjukan seni, sehingga lebih mudah diakses oleh generasi baru.dengan cara ini, nilai-nilai moral dan kearifan lokal Melayu tetap hidup dan relevan dalam era modern.

Secara keseluruhan, ketiga unsur budaya ini saling melengkapi dan membentuk jati diri masyarakat Melayu Riau. melalui seni pakaian yang bermakna, adat perkawinan yang sakral, serta sastra yang penuh nasihat, tergambar kekayaan budaya yang tetap hidup dan dihargai  hingga kini.

Baca juga: Manajemen Masyarakat Menurut Hadis

KESIMPULAN : Seni pakaian, adat perkawinan, dan sastra Melayu Riau menunjukkan bahwa budaya Melayu memiliki kekayaan tradisi yang kuat namun tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. nilai-nilai dasar kesantunan, penghormatan, dan kearifan lokal tetap dipertahankan, meskipun bentuk penyajian dan pelaksanaan nya semakin modern. pakaian tradisional mengalami inovasi, prosesi perkawinan menjadi lebih praktis, dan sastra Melayu melalui media baru yang lebih luas.

Ditulis oleh Deswita Damayanti, Eca Najua, Muhammad Ilham Munzir dan M. Syarif Hidayatullah, Mahasiswa Prodi Matematika UIN Suska Riau.

Tags

Terkini