Selamat Datang di Suara Arus Bawah

Sabtu, 18 April 2026

Dugaan Pengadaan Hp Z fold dan pengadaan Mobil Operasional Tahun Anggaran 2024/2025 Di dinas Ketahanan Pangan Kota pekanbaru kurang tepat jadi Sorotan

 

Pekanbaru – Dugaan pengadaan telepon genggam premium jenis HP lipat Z Fold dan mobil operasional pada Tahun Anggaran 2024 hingga 2025 di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru memicu sorotan publik. Belanja tersebut dinilai tidak sejalan dengan prioritas utama penguatan program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.
Berdasarkan penelusuran dokumen anggaran dan sumber internal, pengadaan telepon genggam premium tersebut tercantum dalam belanja barang pada Tahun Anggaran 2024 dan berlanjut pada 2025 dengan nomenklatur pengadaan sarana pendukung operasional. Nilai per unit disebut mencapai puluhan juta rupiah.
Selain itu, pada periode anggaran yang sama, dinas tersebut juga merealisasikan pengadaan satu unit mobil operasional baru dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Seorang sumber internal pemerintah daerah yang enggan disebutkan namanya menyatakan, pengadaan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan internal.
“Yang menjadi pertanyaan adalah urgensi dan prioritasnya. Karena di sisi lain masih banyak program ketahanan pangan yang membutuhkan dukungan anggaran langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Tidak Sejalan dengan Kondisi Pangan
Sepanjang 2024 hingga 2025, Pemerintah Kota Pekanbaru masih dihadapkan pada fluktuasi harga pangan, terutama komoditas daging, beras, dan cabai. Kondisi tersebut bahkan menjadi perhatian dalam berbagai rapat pengendalian inflasi daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Pengamat kebijakan publik di Riau menilai, secara administratif pengadaan memang dapat dilakukan selama tercantum dalam APBD. Namun, aspek kepatutan dan sensitivitas terhadap kondisi masyarakat tetap menjadi parameter penting.
“Belanja pemerintah harus berbasis kebutuhan, bukan sekadar ketersediaan anggaran. Apalagi ini menyangkut dinas yang bersentuhan langsung dengan kepentingan pangan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Menurut pengamatan, Ari junaidi, ST. MT, dari LPBH Nahdatul Ulama provinsi Riau menilai, bahwa ” Progam Kota pekanbaru, yang mendesak di wilayah perkotaan, adalah mendorong masyarakat, mengadakan alat pertanian dan perikanan,  menggunakan lahan sempit, atau lahan terbatas, dibandingkan pengadaan peralatan komunikasi Handphone lipat dan mobil Oprasional, karena kendaraan oprasional dinas juga masih layak, mengapa saya anjurkan melakukan pengadaan alat alat  atau sarana prasarana pertanian, adalah bagai mana mendorong masyarakat mencukupi kebutuhan rumah tangga, sehingga dapat menekan inflasi kota pekanbaru, dan mendorong swasembada pangan sesuai dengan program Pemerintah Pusat.

Baca juga: Setasiun Pengisian BBM Pesawat Di SSQ Air Port segera Pindah, Akibat Ahli waris Pemilik Tanah Bersangketa

Tags

Terkini