Selamat Datang di Suara Arus Bawah

Senin, 01 Desember 2025

Islam di Negeri Gajah Putih

OPINI – “Negeri Gajah Putih” adalah julukan untuk Thailand. Thailand sering disebut “Negeri Gajah Putih” karena gajah putih yang dianggap suci dan simbol kekuasaan raja memiliki kedudukan penting dalam sejarah, budaya, serta identitas nasional Thailand.

Dengan memakai julukan ini, penulis ingin menekankan bahwa fokus pembahasan adalah Islam dalam konteks khas Thailand, bukan dalam konteks dunia Islam secara umum. Islam di Thailand merupakan gambaran menarik tentang bagaimana sebuah komunitas minoritas mampu mempertahankan identitasnya di tengah dominasi budaya mayoritas.

Thailand, yang dikenal sebagai Negeri Gajah Putih karena kekayaan tradisi dan simbolisme Buddhisnya, memberikan ruang sosial yang unik bagi umat Islam untuk tumbuh dan berkembang. Keberadaan mereka di negara yang identitas nasionalnya sangat terkait dengan Buddhisme Theravada menciptakan dinamika tersendiri, baik dari segi budaya, politik, maupun kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Dinamika Kesultanan Aceh Darussalam

Umat Islam di Thailand bukanlah satu kelompok yang homogen, melainkan terdiri dari berbagai latar belakang etnis dan sejarah. Di wilayah selatan, khususnya Pattani, Yala, dan Narathiwat, identitas Melayu-Islam masih sangat kuat.

Kawasan ini memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari Kesultanan Pattani sebelum akhirnya berintegrasi dengan negara Thailand modern. Di daerah ini, bahasa Melayu, tradisi pondok, pakaian, dan nilai-nilai Islam masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Identitas tersebut sering kali menjadi penanda yang membedakan mereka dari masyarakat Thai Buddhis di bagian lain negara tersebut.

Di kota-kota besar seperti Bangkok dan Chiang Mai, komunitas Muslim memiliki karakter yang berbeda. Mereka berasal dari berbagai etnis seperti Thai, India, Pakistan, Arab, hingga Cham. Interaksi sehari-hari mereka lebih kosmopolitan, dan pola hidup mereka menunjukkan akulturasi dengan budaya Thailand tanpa meninggalkan ajaran Islam. Kehadiran masjid-masjid, sekolah Islam modern, restoran halal, dan kegiatan keagamaan menegaskan bahwa Islam telah menjadi bagian dari lanskap sosial Thailand, meski tidak sebesar di negara mayoritas Muslim Asia Tenggara.

Baca juga: Manajemen Masyarakat Menurut Hadis

Namun, posisi umat Islam sebagai minoritas tidak lepas dari tantangan. Konflik berkepanjangan di Thailand Selatan sering memunculkan stereotip negatif yang seolah-olah mewakili seluruh umat Islam Thailand. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas Muslim Thailand hidup damai dan memberikan kontribusi nyata bagi negara, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Stereotip keamanan yang berkembang kadang membuat jarak sosial antara komunitas Muslim dan negara, serta mempengaruhi pandangan publik terhadap mereka.

Dalam konteks ini, diperlukan kebijakan yang lebih sensitif dan dialog yang lebih mendalam untuk mengurangi kesalahpahaman. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, umat Islam Thailand menunjukkan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Modernisasi pendidikan Islam melalui integrasi kurikulum agama dan umum membuka peluang baru bagi generasi muda Muslim untuk berkompetisi dalam dunia profesional.

Sektor ekonomi halal juga berkembang, terutama dalam industri makanan, kosmetik, dan wisata. Thailand kini mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata halal yang ramah bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara. Selain itu, banyak perempuan Muslim yang semakin aktif dalam organisasi sosial, dunia pendidikan, dan kegiatan ekonomi, menandakan adanya perubahan sosial yang positif. Melihat dinamika yang ada, Islam di Negeri Gajah Putih sebenarnya memiliki masa depan yang cerah. Keberagaman etnis, sejarah panjang hubungan budaya, dan kemampuan komunitas Muslim untuk tetap eksis di tengah identitas nasional Buddhis menunjukkan bahwa mereka merupakan bagian penting dari masyarakat Thailand.

Jika negara mampu mengedepankan kebijakan inklusif dan membuka ruang bagi dialog antar agama, maka hubungan antara umat Islam dan masyarakat Thai Buddhis dapat semakin harmonis. Pada akhirnya, keberadaan Islam di Thailand bukan hanya tentang identitas minoritas, tetapi tentang kekayaan budaya, kontribusi sosial, dan potensi besar untuk menciptakan masa depan Thailand yang lebih plural, damai, dan dinamis.

Ditulis oleh Delvi Sri Lestari, Feni Anisfa, Luthfi Yermen dan Dieby Alexander, Mahasiswa Prodi Matematika UIN Suska Riau.

Tags

Terkini