Selamat Datang di Suara Arus Bawah

Sabtu, 18 Juli 2026

Perseteruan anggota Dewan Asal Partai Golkar MKD Dewan Dan Partai Golkar Harus bertindak, Coreng Marwah DPRD Provinsi Riau

Pekanbaru, suara arus bawah. Com. -Perseteruan dua politisi Partai Golkar, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet, memang sudah terjadi sejak lama.

Diduga bentrokan antara dua pendukung pada Kamis (16/7/2026) di gedung DPRD Riau merupakan puncak perseteruan dua politisi ini.

Ejarah Parisman Ihwan menjadi anggota DPRD Riau terpilih melalui dapil Pekanbaru dan sudah menjabat dua periode di DPRD Riau.

Baca juga: Pengamat Meliter; Conni R Bakrie beri Masukan Presiden Prabowo

Sementara Indra Gunawan Eet juga sebenarnya sudah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Riau. Dan meniti karir dari anggota DPRD kabupaten bengkalis

Hanya saja di periode pertama lalu hanya menjabat beberapa waktu karena maju di Pilkada Bengkalis dan kalah.

Perseteruan keduanya dimulai saat perebutan posisi Wakil Ketua DPRD Riau.

Baca juga: Sidang Gubernur Abdul Wahid, Kesaksian Kunci di Sidang: Ferry Yunanda Sebut Tak Ada Perintah Fee 5%, Abdul Wahid Diuntungkan.

Sebelumnya, Parisman yang saat itu memiliki jaringan di DPD Golkar dan DPP berhasil duduk sebagai wakil ketua DPRD.

Tidak hanya itu, posisi Sekretaris DPD Golkar Riau saat dijabat Syamsuar sebagai ketua juga berhasil dilepas dari Indra Gunawan Eet dan diambil alih oleh Parisman Ihwan saat itu. Alasannya, Indra Gunawan Eet dianggap tidak solid dalam memenangkan Syamsuar atau calon Golkar di Pilkada Riau.

Tidak sampai disitu, saat Musda Golkar lalu, perseteruan keduanya semakin memanas, Indra Gunawan Eet mendorong SF Hariyanto untuk menjadi ketua Golkar, sementara di waktu bersamaan nama Parisman juga muncul dan mendapatkan dukungan dari ketua DPD II Golkar saat itu. Bahkan keduanya sempat saling berbalas pantun melalui media, antara Parisman dan Indra Gunawan Eet.

Menurut informasi dari internal DPRD Riau, juga saat rapat-rapat di DPRD Riau berlangsung, sering kedua politisi ini berbeda pandangan hanya belum sampai terjadi kontak fisik dan bentrok.

Puncak perseteruan kedua politisi ini terjadi pada Kamis (16/7/2026), saat rapat digelar di ruang rapat medium DPRD membahas soal LKPJ APBD 2025, saat itu Indra Gunawan Eet menyenggol nama Parisman Ihwan yang menyebabkan emosi Parisman sempat naik

Kemudian kesalahan mereka dua kubu ini membawa masing-masing pasukannya ke gedung DPRD hingga terjadi bentrok dua pasukan tersebut, akibat tidak bisa lagi dilerai.

Menurut pengamat politik, Akhlakul karim, ketua PKP Riau ini bahwa kerusuhan dan perkelahian Kedua anggota DPRD Riau asal partai golkar ini  majelis kehormatan Dewan harus memproses kejadian ini, dan diberikan surat peringatan bahkan jika perlu bila keduanya sudah menciderai Tata tertib Dewan, majelis kehormatan harus bersikap menyurati partai golkar untuk memberikan sangsi atau menarik agar yang bersangkutan dari keanggotaan Dewan. Sementara itu, saya sangat menyayangkan kedua pendukungnya bentrok, yang tidak dapat di lerai oleh keamanan Dewan, yang banyak menyerap anggaran.

Tags

Terkini